Kebiasaan Bersyukur Punya Dampak Positif Secara Psikologis

Berterima kasih atau sekadar bersyukur tentu lazim dilontarkan usai mendapatkan bantuan dari seseorang. Kata tersebut diucapkan sebagai bentuk sopan santun terhadap sesama. Namun tahukan Anda kalau ungkapan itu tidak hanya sebagai sikap tapi memiliki kekuatan ‘ajaib’.

Seperti dilansir laman Psychologies, Ahad (19/2) mengucapkan terima kasih atau bersyukur dapat meningkatkan ketenangan jiwa. Selain itu, kata tersebut juga bisa meningkatkan sikap sikap kita dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Hal tersebut dibuktikan dalam percobaan oleh psikologis Robert Emmos dan Michael McCollough yang membagi beberapa  kelompok. Mereka diminta untuk menuliskan semua peristiwa yang terjadi selama satu hari. Satu grup tidak diberitahukan secara spesifik peristiwa yang harus ditulis sementara satu lainnya fokus mencatat kejaidan negatif. Satu kelompok sisa diminta untuk menuliskan hal-hal yang mereka sukuri secara reguler.

Hasilnya, grup terakhir menunjukan kebahagiaan yang lebih dibanding grup lainnya. Kebahagiaan ini dilihat dari energi yang berlebih, optmisme dan determinasi. “Tak hanya menunjukan perasaan positif secara reguler, orang yang berpikiran positif tadi juga lebih dapat mencapai tujuan personal lebih efektif,” kata psikologis tersebut.

Sementara grup yang diminta untuk menuliskan peristiwa negatif menunjukan emosi yang tidak stabil. Mereka cenderung mudah stres dan depresi.

Melihat hasil tersebut, psikolog berpendapat bersyukur bisa mendorong seseorang menjadi manusia yang lebih baik. Untuk memulai hal tersebut bisa dimulai dengan membuat jurnal bersyukur sebelum tidur. Ini juga membuka peluang untuk memprogram ulang dalam menilai hari yang telah Anda jalani.