Bupati Garut Meminta Penangguhan Penahanan 3 Pejabat Disdik

Bupati garut saat menerima konfirmasi di kantor dinasnya
Bupati garut saat menerima konfirmasi di kantor dinasnya

Terkait kabar adanya penetapan tersangka dan penahanan terhadap tiga orang pejabat Dinas Pendidikan Garut, dengan adanya bukti dan saksi, melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat peraga bagi sekolah SMK 10 Garut Pemerintah Kabupaten Garut melalui Bupati Garut Rudy Gunawan akan memberikan pendampingan hukum serta akan berupaya untuk mengajukan penangguhan penahanan.

Bupati Garut Rudy Gunawan S.H,.M.H mengatakan “sejak lama telah mendapatkan laporan adanya dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Dinas Pendidikan Garut. terutama yang dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan alat peraga simulasi bagi SMK 10 dan SMK 3 Yang mana alat-alat peraga tersebut tidak disampaikan tepat waktu tetapi pembayarannya sudah dilaksanakan.

” Sebenarnya alat peraga itu ada, hanya saja sudah melalu batas waktu yang ditentukan, Maka menjadi persoalan hukum, kasus ini merupakan pembelajaran bagi kita semua, terutama bagi para pejabat yang dipercaya sebagai PPK yang menjalankan tugas fungsinya harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Terkait sudah ditetpkannya tersangka dan dilakukan penahaan, Rudy Gunawan mengaku, akan segera menggelar rapat internal. Yang mana salah satunya yang akan dibahas rencana penon aktifan ketiga tersangka yang bekerja di lingkungan Dinas Pendidikan Garut. ” Kami akan langsung menggelar rapat internal, baik dengan Sekretaris Daerah dan Kepala BKD Garut”. Ucap Rudy.

Namun dikarenakan dari empat tersangka tersebut terdapat tiga orang yang statusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS), pihaknya akana memberikan pendampingan hukum, dengan menyediakan pengacara yang telah ditunjuk oleh lembaga Korpri. Selain menyediakan pengacara, pihaknya juga akan mengajukan upaya permohonan penangguhan penahanannya.

Sementara di tempat terpisah, Djohan Djauhari S.H,.M.hum Kuasa Hukum para tersangka, mengatakan, Saya menghormati hak subjektif dari jaksa untuk melakukan penahanan terhadap klien kami namun disisi lain sangat menyesal adanya penahanan terhadap klien kami juga, Solanya, mereka tidak mungkin akan melarikan diri serta menghilangkan alat bukti. ” Tidak mungkin melarikan dan menghilangkan alat bukti dimana seluruh alat bukti udah disita pihak Kejaksaan Negeri Garut”. Ucapnya

Djohan menambahkan selama ini seluruh kliennya sangat kooperatif dalam setiap menjalani pemeriksaan namun kendati demikian pihaknya tetap akan terus berupaya agar mereka tidak ditahan, yakni dengan cara mengajukan penangguhan penahanan.

” Ya, kami akan menyampaikan surat penangguhan penahanan mereka, bahkan besok kami akan meminta Kepala Dinas Pendidikan Garut, untuk menghadap ke Kajaksaan Negeri Garut, dari informasi yang diperoleh dari klien kami, mereka seluruhnya tidak merasa melakukan tindak pidana korupsi mereka menolak dijadikan tersangka, soalnya untuk membuktikan adanya kerugian uang negara itu akan dibuktikan dalam persidangan nanti”Pungkasnya.

(Van)