Karena Sakit, Pastri Di Bungbulang Terlantarkan Anak

Holis saat ditemui dirumahnya

Karena keduanya tertimpa sakit parah, Agus dan Ny. Holis, pasangan suami istri warga Desa Wangunjaya RT 01 RW 05, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, terpaksa pisah rumah. Agus yang sudah lama terkena stroke kini diurus oleh ibunya di Kecamatan Caringin, sementara Holis yang sudah dua tahun mengalami pembengkakan pada kaki, tinggal di Wangunjaya diurus oleh salah seorang putranya.

Suami istri yang sudah dikaruniai empat anak itu, terpaksa pisah rumah karena tak bisa saling mengurus dirinya masing-masing akibat penyakit yang dideritanya.

Saat ditemui di rumahnya, Holis (55), Minggu (25/3/2017) mengatakan, dari perkawinannya dengan Agus ia dikaruniai empat anak, yakni 3 perempun dan 1 laki-laki. Anaknya yang ke satu dan kedua, perempuan, sudah menikah namun kehidupannya sangat pas-pasan. Sementara yang laki-laki, meski baru berumur 16 tahun terpaksa bekerja di Bandung untuk mencukupi dirinya.

“Karena penghasilannya kecil ditambah lagi kebutuhan hidup di kota yang mahal, anak saya kadang-kadang membantu kadang-kadang tidak,” katanya,

Sebagaimana orangtua lain, Holis mengaku sebenarnya ia ingin sekali menyekolahkan anak-anaknya sampai setinggi-tingginya, terutama anak laki-laki. Namun karena kondisi ekonominya yang jauh dari cukup, ditambah lagi dengan penyakitnya, keinginan itu ia pendam dalam-dalam. Holis hanya bisa pasrah akan nasib.

Holis saat ditemui dirumahnya

“Saya hanya berharap anak saya yang masih Kls 5 di SD Wangunjaya 2, namanya Tia Safitri, bisa menyelesaikan sekolahnya,” tuturnya sambil berurai air mata.

Sementara Asep Dody, Ketua RW setempat membenarkan tentang keberadaan warganya yang sudah lama didera sakit tersebut. Menurutnya, Agus dan istrinya, Holis, sudah lama mengalami sakit. Agus sudah lima tahun terkena stroke sementara Holis sudah dua tahun mengalami pembengkakan di kaki.

Asep pun menceritakan, untuk kebutuhan makan sehari-hari, Holis dan putrinya Tia Safitri kini hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar.

(Van)