Pencuri Spesialis Rumah Sakit Dibekuk Polisi

Pria Bertato bernama Aji Prastistiadi (26) dibekuk petugas Polsek Garut Kota, karena diduga sebagai spesialis pencurian di rumah sakit. Polisi mengamankan pelaku pencurian yang selama ini menyasar pasien Rumah Sakit yang ada di Garut.

Aji diciduk pihak kepolisian setelah pihak keamanan Rumah Sakit Guntur menghubungi Kepolisian Sektor Garut Kota. Diketahui pelaku merupakan warga Jalan Sumbersari RT 2 RW 2 Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota ini langsung diamankan anggota Polsek, Kamis (15/6/17) dinihari tadi.

Kapolsek Garut Kota Kompol Uus Susilo menjelaskan, tersangka merupakan spesialis pencuri di beberapa rumah sakit di Garut. Modus yang digunakan tersangka adalah menengok keluarga yang sakit atau menunggu pasien tertidur, lalu mengambil barang-barang bawaannya.

“Pelaku masuk ke dalam kamar pasien kemudian mengambil tas tersebut dilemari ketika korban sedang tidur,”.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan tas berwarna motif bunga berisi daster dan kerudung. Tas tersebut itu belakangan diketahui milik penjaga pasien atas Elis Solihatini (37) warga Jalan Cimanuk Kampung Loji RT 3 RW 4 Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut kota.

Penangkapan pelaku berawal dari kecurigaan seorang saksi, Asep Awaludin (46) yang masih kerabat pasien, melihat Aji keluar dari kamar kecil di Ruangan Teratai II dengan membawa tas milik saudaranya. Saat saksi Asep menegur, pelaku buru-buru menyimpan tas di bangku tempat tunggu pasien dan berusaha melarikan diri.

Beruntung anggota TNI yang sedang bertugas mengenakan pakaian preman, berhasil membekuk pelaku dan menyerahkannya ke Kepolisian Sektor Garut Kota, dari laporan masyarakat, seringkali pengunjung pasien dibeberapa rumah sakit di Garut, kehilangan barang-barang bawaannya pada saat istirahat atau sedang tidur.

“Tersangka mengaku melakukan aksi pencurian pada malam hari, menyasar pasien yang sedang tertidur pulas. Wilayah yang disasar oleh tersangka adalah rumah sakit yang ada di Garut,” terang Kapolsek.

Aji saat ini masih mendekam di sel Polsek Garut Kota, guna proses penyidikan lebih lanjut. “Atas perbuatannya, pelaku terancam di jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” Pungkas Uus Susilo.

(E.S.R)