Seleksi Yang Ketat, Moka Garut Hasilkan Duta Kebudayaan dan Pariwisata Baru

0
151
Jajaran Dinas Pariwisata Saat Berfoto dengan Finalis Moka 2017.

Radiorugeri.com – Dengan melalui proses seleksi yang begitu ketat, Gelaran Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Garut Kategori Dewasa dan Remaja akhirnya melahirkan dua pasangan terbaik, pada Malam Puncak Grand Final di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, yang dikemas begitu meriah dan live alunan musik gamelan yang mengiringinya. Belum lagi, penampilan Arumba Awi dari SMKN 1 Bandung yang semakin mengentalkan budaya dengan music sundaan. Sabtu – Minggu (09-10/09/17).

Hadir dalam acara Malam Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Tahun 2017, Bupati Garut, H Rudy Gunawan SH,.MH, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan SH,.M.Si, Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo SH, perwakilan Kodim 0611 Garut, Kapten Inf Dedi Saefuloh, Rektor Uniga Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, dan tamu undang lainnya baik didalam maupun luar Kabupaten Garut.

Penilaian Moka Garut 2017 dilakukan oleh juri yang berkompeten dibidangnya yaitu, Mamun S Pd M Pd (Kabid Pariwisata Disbudpar), DR. Hj Tinneke Hermina (Dosen Universitas Garut), Cucu CH (Penguji Uji Kompetisi Tata Kecantikan), Drs Cecep Surahman (Budayawan), dan Isnat Ahmad Zulfaqor S Ars (Jajaka Pinilih Kab. Garut 2015 dan Jajaka Jawa Barat 2016).

Tema “Raksa Budaya, Nanjeur Komarana” ini, menjadi moto pasangiri tahun 2017, pada kategori dewasa, dewan juri menobatkan Ajeng Sopha Hanura dan Salawat Fatih Ibrahim sebagai Mojang dan Jajaka Pinilih Kabupaten Garut Kategori Dewasa Tahun 2017. Ajeng Sopha yang mewakili Karangtengah dan UNIGA merupakan putri dari Yusuf S Pd, anggota DPRD Komisi C Kabupaten Garut. Sementara Salawat Fatih Ibrahim merupakan Alumni Fakultas Tekhnologi Industri Pertanian Unpad asal Kecamatan Samarang.

Pada kategori remaja, telah terpilih Aliza Ayu Bintani dan Ahmad Nur Huda. Mojang pinilih Aliza adalah siswi SMAN 11 Garut asal Tarogong Kaler. Sementara Jajaka pinilih Ahmad Nur Huda merupakan siswa SMAN 1 Garut yang juga berasal dari Kecamatan Tarogong Kaler.

Dalam sambutannya, Bupati Garut berharap, dengan adanya Pinilih Mojang Jajaka ini selain meningkatkan kemampuan anak-anak generasi muda baik hard skill dan soft skill, juga menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut untuk mengenalkan semua potensi alam, pariwisata, kesenian, dan budaya khas Garut di kancah nasional maupun internasional.

“Teruslah belajar dan berprestasi. Moka harus motekar, berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Garut, menjadi bagian mengenalkan semua potensi wisata, seni, dan budaya khas yang ada disini,” tandas Bupati Garut.

Bahkan harap rudy Para mojang dan jajaka mampu mewujudkan sosok mojang dan jajaka yang luhung elmuna, rancage gawena, jembar budayana, dan pengkuh agamana,” pungkas Rudy dalam sambutannya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan SH,.M.Pd, merasa sangat bersyukur semua proses pemilihan Mojang Jajaka Pinilih Kabupaten Garut Tahun 2017 dapat berjalan lancar bahkan melebihi dari ekspektasi. Menurutnya, pemilihan moka tahun ini bisa dibilang yang paling hits dan trending topik di Kabupaten Garut. Hal tersebut dilihat dari antusiasme peserta moka yang membeludak dari awal.

“Semua peserta telah melalui proses pemilihan yang lumayan panjang. Dimulai dengan audisi atau babak penyisihan, technical meeting, karantina, dan pembinaan. Kemudian juga ada aksi unjuk kabisa, kegiatan alam dan baksos, penjurian terbuka, latihan koreo, catwalk, gladi, hingga grand final,” Ucap Budi.

Pasanggiri Moka awalnya diikuti 150 peserta. Setelah melalui berbagai tahapan, sebagian diantaranya gugur dan lolos seleksi sebanyak 28 peserta. Jumlah peserta lolos seleksi terdiri dari 7 pasang kategori dewasa, dan 7 pasang remaja yang ikut Grand Final Pasanggiri Mojang dan Jajaka Garut Tahun 2017.

Sementara, Kepala Bidang Pariwisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, yang sekaligus menjadi dewan juri pada Malam Grand Final Pasanggiri tersebut, Mamun SPd,.MPd, menambahkan bahwa para Mojang Jajaka, baik pinilih ataupun bukan, diharapkan lebih aktif dan berkontribusi bagi Kabupaten Garut, khususnya bidang pariwisata, seni dan budaya. Selain itu, imbuh Mamun, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada di Garut. Tentunya, tidak meninggalkan kewajiban sebagai pelajar, mahasiswa, atau profesi.

“Khususnya untuk pinilih kategori dewasa, diharapkan bisa membawa nama baik Garut di tingkat Jawa Barat. Pada pemilihan Moka ini, merupakan bagian dari program pengembangan SDM di kalangan generasi muda, yang nantinya bisa berkontribusi memajukan Pariwisata di Kabupaten Garut” Tutupnya.
(Evan/red).

LEAVE A REPLY