PWRI Jaya Tolak Kekerasan Terhadap Journalis

RADIO RUGERI – Persatuan Wartawan Reformasi Indonesia (PWRI) jaya Kabupaten Garut menggelar “Konferensi Pers Menentang Kekerasan terhadap Jurnalis” berlokasi di Hotel Augusta, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (21/10/17).

Acara tersebut di hadiri Ketua DPP PWRI Jaya H. Tatang Subarna, Kadiskominfo, Perwakilan Polres, Perwakilan Dandim 0611, Kapolsek Tarogong Kaler para awak media dan tamu undangan yang lainnya.

Deklarasi yang digagas oleh Ketua DPP PWRI Jaya Pusat, H Tatang Subarna, ini melibatkan puluhan pihak redaksi media massa cetak, media massa elektronik dan media online. Acara tersebut merupakan aksi penegasan agar tidak ada lagi kekerasan pada jurnalis dalam bentuk apa pun dalam menjalankan tugasnya.

Ketua DPC PWRI Jaya Kabupaten Garut Agus Sopian mengatakan, kegiatan ini sengaja diselenggarakan untuk menyikapi tingginya angka kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Meski pun deklarasi menentang kekerasan ini dilakukan di Garut, Agus berharap, penolakan kekerasan pada jurnalis ini bisa terealisasi di mana pun khususnya di Indonesia yang di payungi UU.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan informasi Kabupaten Garut, Drs. H. Nurdin Yana, MH, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang digelar oleh DPC PWRI Jaya ini merupakan satu event yang jarang dilakukan oleh lembaga lain. Mudah-mudahan acara ini, imbuh Nurdin, juga bisa dijadikan ajang silaturahmi, bukan hanya saja urusan dunia, namun juga urusan akhirat, ungkapnya.

“Mengenai output acara ini, paling tidak, para penyelenggara media bisa memahami partnernya yang lain. Karena tidak semua informasi dari kominfo tersampaikan ke masyarakat. Maka dari itu, saling tukar informasi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan hasil berita yang berimbang”.

Nurdin menambahkan bahwa undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) untuk mewujudkan suatu perioritas pemerintah melalui pemberitaan awak media dan insan pers dalam memberikan saran dan kritik yang obyektif soal pembangunan yang positif, harus diapresiasi, Pungkasnya.
(Evan/red)