DPC PDIP Garut, Laporkan Oknum Penyebar Brita Hoax

RADIO RUGERI – Tak terima dengan adanya postingan di akun media sosial Facebook yang mencemarkan partainya oleh oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Pameungpeuk berninisial R, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut Lina Rohaeti sebagai ketua, melaporkan oknum tersebut ke Kepolisian Resort Garut, Rabu (20/07/12).

Ketua DPC PDI Perjuangan Garut di dampingi Wakil Ketua Yuda Puja Turnawan mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan oknum PPK dari Kecamatan Pameungpeuk berinisial R, ke Polres Garut atas dasar pelaporan pencemaran nama baik partai dan penyebaran berita bohong.

Kasat Reskrim Akp Khoerulloh saat menerima pengaduan dari DPC PDIP di ruang kerjanya.

“Kami melaporkan pelaku merupakan hasil rapat konsolidasi internal partai, karena dipicu atas tindakan oknum PPK yang memposting foto bergambar lambang Banteng dan bertuliskan PDI Perjuangan dengan Kalimat. “PDI-P Tidak Butuh Dukungan Umat Islam”, yang dianggap bahwa foto itu adalah Hoax dari foto yang sebenarnya, dan Itulah yang memicu kami untuk melaporkan oknum tersebut ke pihak berwajib,” ungkap Lina kepada sejumlah wartawan.

Hal serupa diungkapkan Yudha Puja Turnawan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Garut, oknum tersebut sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu 2018 nanti, tindakan yang dilakukan oknum PPK itu sangat tidak pantas secara etika maupun hukum.

“Hal ini sangat jauh dari sikap independensi penyelenggara Pemilu yang seharusnya netral, bahkan seakan menyudutkan partai kami, apalagi foto tersebut bukan foto yang asli hanya editan, jelas dia menyebarkan berita hoax,” ujar Yudha.

Yudha menambahakan pihaknya sepakat untuk melaporkan oknum itu ke pihak berwajib dan ke KPU Garut, agar segera ditindak sesuai Undang-Undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Hal ini agar menjadi bahan edukasi bagi masyarakat bahwa kita tidak bisa sembarangan dalam menggunakan media sosial, karena ada konsekuensi hukum yang harus di tanggung apabila menyebar informasi yang tidak benar atau Hoax” Tutup Yudha.
(Evan/red)