Dianggap Ada Data Yang Tidak Valid, Direktur LP2M STIE Yasa Anggana Garut Ajak Komunikasi Paslon No 1

RADIO RUGERI – Perebutan kekuasaan di Pilkada Kabupaten Garut tinggal menghitung hari, pada 27 Juni 2018, masyarakat Garut akan menentukan pilihan secara bebas dan rahasia.

Upaya-upaya telah dilakukan oleh penyelenggara sesuai tahapan Pemilu yang sudah ditetapkan, terlepas kekurangan kelebihan setiap tahapan, namun prinsip azas Pemilu tetap harus menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pemilu yaitu langsung, bebas, umum rahasia, jujur dan adil.

Salah satu tahapan Pemilu adalah debat publik yang merupakan sebuah esensi yang akan menjadi referensi atau rujukan bagi masyarakat dalam menentukan pilihannya sesuai PKPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, Inti dari debat publik adalah memberikan penyampaian visi dan misi dan program unggulan yang akan paslon laksanakan dalam 5 tahun kedepan, sehingga masyarakat dan pemilih dapat mempertimbangkan dan memahami janji mana yang lebih realistis diwujudkan.

Debat Publik Paslon Pilkada Garut yang ditayangkan live oleh stasiun TV Swasta Nasional, Sabtu, (23/06). telah kita saksiskan bersama berbagai materi pertanyaan yang dibuat tim, dengan dasar semua masukan, dan harapan masyarakat Garut yang begitu banyak serta dokumen yang dibuat oleh pihak yang memiliki kompetensi, termasuk data yang di buat oleh Pemda Garut itu sendiri seperti RPJPD, RPJMD, RKP, KLHS, Laporan Keterangan pertangungjawaban akhir tahun anggaran 2017.

 

Sehingga terlihat jelas berbagai fenomena masalah dan isu-isu strategis Kabupaten Garut hari ini seperti penataan ruang dan ekonomi, daya beli, perencanaan anggaran dana sosial budaya yang mengerucut pada isu permasalahan PKL, pengelolaan limbah kulit Sukaregang, alih fungsi lahan, penurunan kualitas lingkungan, kerawanan sosial dan kemacetan, kompetensi ASN, proporsi anggaran dan lain-lain.

Dengan adanya paslon yang memberikan pernyataan, bahwa informasi data yang panelis munculkan tidak valid mari kita diskusi kembali dimana letak ketidak-validan atau kekeliruan khususnya tentang proporsi anggaran belanja pegawai dan belanja modal serta meningkatknya angka pengangguran sejak 2015 sampai akhir tahun 2017.

Akan tetapi secara keseluruhan debat publik ke 2 yang didasarkan PKPU RI Nomor 4 Tahun 2017 yaitu membedah visi misi paslon sudah menyajikan berbagai program unggulannya masing-masing sehingga saya berharap multiplier effect khusunya dapat memberikan referensi bagi masyarakat Garut dalam menentukan pilihannya 27 Juni mendatang.

Penulis : Dadang Syafarudin, SE., MM  Direktur LP2M STIE Yasa Anggana Garut