Sulaiman: Pengangkatan Plt Kepala Sekolah Terlalu Banyak Timbulkan Indikasi Tidak Baik

RADIO RUGERI – Terkait adanya pengisian jabatan kepala sekolah  oleh pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut dan kepala sekolah inti,  dengan jumlah kepala sekolah yang mengisi jabatan untuk kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak sembilan orang dan Sekolah Dasar (SD) diperkirakan ada sembilan puluh orang, menuai pertanyaan besar bagi pemerhati pendidikan.

Wakil Ketua KAHMI Garut Sulaiman, ST sebagai pemerhati pendidikan mempertanyakan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Plt kepala sekolah agar menjadi definitif yang belum terbit.

“Kenapa SK masih belum terbit padahal penggantinya sudah siap, kenapa juga Surat Penugasan (SP)  tidak segera diterbitkan, biasanya penugasan itu tidak harus menunggu pelantikan, karena pelantikan hanya upacara seremonial saja,” ujar Sulaiman di salahsatu gedung serbaguna Senin (01/10/18) pagi.

Bahkan menurut sulaiman pemerintah harus mendahulukan hal yang prinsip, hal tersebut bertujuan agar fokus pengelolaan pendidikan ditingkat SD, SMP oleh kepala sekolah yang definitif dan memiliki tanggung jawab penuh sesuai aturan.

“Menurut hemat kami proses pengangkatan pelaksana tugas kepala sekolah yang begitu banyak akan menganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, selanjutnya soal tanggung jawab dengan segala macam urusan yang membutuhkan pimpinan definitif, kalo begini jadinya, membuka ruang yang kurang sehat dalam proses pengangkatan kepala sekolah,” tegasnya.

Sebagai pengurus KAHMI Kabupaten Garut Sulaiman menyarankan kepada pemerintah agar segera mengisi jabatan tersebut dengan jalur normatif sesuai prosedur agar tidak timbul berbagai asumsi tidak baik dari masyarakat.

“Kalau memang dinas pendidikan telah menempuh jalur normatif sesuai peraturan yang ada, maka sesegera mungkin mengisi jabatan dengan memberikan surat penugasan kepala SD dan SMP di Kabupaten Garut yang masih lowong, lebih cepat lebih baik lah, menghindari dugaan-dugaan yang kurang berkenan dari masyarakat pendidik di Kabupaten Garut, ” pungkasnya.

(ESR/red)